Wednesday, 04 July 2012 11:49
Multithumb found errors on this page:

There was a problem loading image /home/haluanri/public_html/images/stories/16-0407-foto-syafrizal.gif
There was a problem loading image /home/haluanri/public_html/images/stories/16-0407-foto-syafrizal.gif

16-0407-foto-syafrizal.gif

BANDAR PETALANGAN-Potret kemiskinan di negeri yang dikenal dengan kaya raya, namun realita di lapangan masih ditemukan penghidupan maupun tempat tinggal warga di dalam kondisi yang memprihatinkan. Sejak 11 tahun terakhir berdirinya Desa Angkasa, Kecamatan Bandar Petalangan, warga hingga kini belum pernah tersentuh program Pemkab Pelalawan melalui pembangunan rumah layak huni (RLH).
Padahal, masih banyak warga kurang mampu yang belum memiliki rumah layak huni. Sedikitnya sejumlah 35 unit rumah layak huni yang dibutuhkan warga Desa Angkasa saat ini.
Kepala Desa sudah mempertanyakan kepada Pemkab Pelalawan. Ternyata RLH tidak dianggarkan melalui APBD murni tahun 2012 ini. Kades berharap kepada Pemkab agar bisa dianggarkan pada APBD-Perubahan nanti.
Hal ini dikatakan Kepala Desa Angkasa, Syafrizal, Selasa (3/7). Kades sangat berharap kepada Pemkab agar pembangunan rumah layak huni segera direalisasikan, pasalnya, hingga kini masih banyak warga yang tinggal dengan kondisi rumah yang sangat memprihatinkan, jauh dari standar kelayakan.
"Sangat berharap kepada Pemkab agar menyikapi ini dengan bijak. Saya telah pertanyakan kepada Pemkab, ternyata ttidak ada penganggarannya melalui APBD murni 2012 ini. Padahal kita telah ajukan proposal permohonan itu ke pihak Pemkab, kita dambakan sebanyak 35 unit rumah layak huni untuk warga," terang Kades.
Sementara itu ditemui di rumahnya, warga kurang mampu Desa Angkasa, Syafi'i (53) yang berprofesi sebagai petani ini, sangat mengharapkan Pemkab memikirkan dan mewujudkan pembangunan RLH di desanya.
Syafi'i dan anggota keluarganya tinggal di sebuah rumah yang sangat tidak layak untuk menampung dengan jumlah anggota keluarga yang banyak. Lebih pantas jika disebut gubuk, dengan kondisi yang sudah reot, berdinding kulit kayu dan berlantaikan tanah kuning.
Sangat tidak layak untuk dihuni, namun Syafi'i serta warga kurang mampu lainnya berharap ada bantuan dari Pemkab melalui program RLH tahun 2012 ini.
"Saya dan anggota keluarga telah tinggal selama 10 tahun dengan kondisi rumah seperti ini. Ya bagaimana lagi, namanya juga rakyat kecil dan tidak mampu untuk membangun rumah yang bagus. Sangat mengharapkan bantuan kepada pemerintah, agar dapat membangunkan rumah kami pada tahun 2012 ini, jika tidak bisa dianggarkan tahun ini, ya untuk tahun-tahun berikutnya;ah," harap Syafi'i. (cr04)

AddThis Social Bookmark Button

Add comment


Security code
Refresh