Friday, Nov 28th

Last update08:50:19 PM GMT

You are here: DAERAH ROKAN HULU Golkar-Demokrat Jajaki Koalisi

Golkar-Demokrat Jajaki Koalisi

Golkar-Demokrat Jajaki Koalisi
Golkar-Demokrat Jajaki Koalisi
JAKARTA (HR)-Partai De­mok­­rat dan Golkar, saat ini te­­n­gah menjajaki kemung­ki­nan me­lakukan koalisi meng­hadapi Pemilihan Presiden men­datang. 

Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Max So­pacua, partainya sudah mem­ben­tuk tim penjajakan koalisi ber­sama Partai Gol­kar. Tim ter­se­but dina­ma­kan Tim 6 karena be­r­ang­gotakan enam orang.

Dari Partai Gol­kar, telah di­tun­­juk Wakil Ke­tua Umum Ag­ung Laksono dan Syarief Tjitjip Soetardjo serta Sek­retaris Jenderal Id­rus Mar­ham. Sedang­kan dari Partai De­mok­rat ter­diri dari Sek­retaris Jen­deral Edhie Bas­ko­ro Yud­ho­yono, Ke­tua Hari­an Sya­rief Hasan,

dan Sekretaris Majelis Tinggi Jero Wacik.

"Dalam beberapa hari ini, biarlah mereka bekerja," kata Max, Jumat (16/5) siang.

Jika penjajakan Tim 6 mendapatkan titik temu, tak menutup kemungkinan Golkar dan Demokrat akan berkoalisi dan membentuk poros baru. Namun, Max belum mau membocorkan siapa saja calon yang dipertimbangkan untuk diusung.

Ketika ditanya, apakah calon tersebut berasal dari capres Konvensi Partai Demokrat, Max juga enggan menjawabnya dengan tegas. Dia meminta masyarakat menunggu hingga Demokrat memutuskan.

"Dalam bahasa politik semua bisa terjadi. Kita tunggu saja," ujarnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini, hanya Golkar dan Demokrat yang belum memutuskan sikap terkait koalisi. Sejauh ini, baru ada dua poros koalisi yang dipimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra.

Dalam barisan koalisi PDIP, ada Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa. Partai Hanura juga mulai mendekat ke poros ini.

Sementara itu, koalisi Partai Gerindra terdiri dari Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional. Partai Keadilan Sejahtera juga akan bergabung ke Gerindra.

Belum Cukup

Meski telah menggelar konvensi calon presiden dengan pemenang Dahlan Iskan, Ketua Komite Konvensi Capres Partai Demokrat Maftuh Basyuni mengatakan elektabilitas Dahlan Iskan masih rendah. Elektabilitasnya juga masih kalah dari Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Partai Demokrat bekerja sama dengan tiga lembaga survei, yakni Lingkaran Survei Indonesia, MarkPlus, dan Populi Center, untuk mengetahui elektabilitas antarpeserta konvensi. Dua di antaranya juga membandingkan elektabilitas pemenang konvensi dengan capres lain, yakni Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Aburizal Bakrie.

Berdasarkan hasil survei tiga lembaga riset pada Januari dan Mei 2014, Dahlan mengungguli elektabilitas 10 peserta lain dalam konvensi itu. Dalam dua kali survei oleh tiga lembaga riset tersebut, angka keterpilihan Dahlan selalu naik. Namun, ketika diadu dengan capres-capres lain, nama Dahlan masih tertinggal.

"Berdasarkan kesimpulan di atas Dahlan Iskan berhasil menjadi pemenang. Elektabilitas dia masih jauh dibanding eksternal," aku kata Maftuh.

Sebagai gambaran, hasil survei lembaga riset Markplus dan Populi, masih menempatkan Jokowi di posisi teratas disusul Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie. Sedangkan elektabilitas Dahkan Iskan masih berada di bawah tiga tokoh tersebut. (bbs/kom/dtc/sis)

Golkar-Demokrat Jajaki Koalisi

Add comment


Security code
Refresh